FUNGSI SALAM DALAM ISLAM   Leave a comment

Salam mempunyai beberapa fungsi, diantaranya : 1. LIT TA’ABBUDI : Ialah salam yang dilakukan karena demikianlah dicontohkannya, kita tidak bisa bertanya mengapa demikian dan apa sebabnya. Yaitu salam diakhir shalat, baik itu Imam ataupun Ma’mum, munfarid ataupun berjama’ah, semuanya mengucapkan salam. 2. LIL ISTI’DZAN : Yaitu salam yang dilakukan ketika kita mau masuk rumah orang lain sekalipun belum bertemu dengan penghuni rumahnya, atau kemungkinan sedang tidak ada, kita tetap mengucapkan salam maksimal sampai tiga kali, hal ini berdasar perintah dalam Al-Qur’an

ياأيها الذين آمنوا لا تدخلوا بيوتا غير بيوتكم حتى تستأنسوا وتسلموا على أهلها ذلكم خير لكم لعلكم تذكرون  Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman jangnlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu ( selalu ) ingat.Q.S. An-Nur : 27 3. LID DU’A : Ialah salam yang pada dasarnya untuk mendo’akan, yaitu salam kepada ahli qubur yang muslim, hal ini berdasarkan hadits di bawah ini

وعن سليمان بن بريدة عن أبيه قال, كان رسول الله ص يعلمهم إذا خرجوا إلى المقابر أن يقول السلام عليكم أهل الذيار من المؤمنين والمسلمين وإنا إن شاء الله تعالى بكم لاحقون نسأل الله لنا ولكم العافية. مسلم

Artinya : Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya Ia berkata, adalah Rasulullah saw. mengajar mereka jika keluar ke kuburan hendaklah mengucapkan ASSALAMU’ALAIKUM wahai penghuni tempat ini (kuburan) mereka yang mu’min dan muslim dan kami Insya Allah akan menyusul, kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kamu sekalian. H.R. Muslim 4. LIT TAHIYYAT : Yaitu salam sebagai penghormatan terhadap sesama muslim, dan salam ini juga disebut salam LIQO, yaitu salam karena baru bertemu. Hal ini berdasarkan firman Allah Q.S. An-Nisa : 86

وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها إن الله كان على كل شيء حسيبا.

Artinya : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah ( dengan yang serupa ) Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.Q.S. An-Nisa : 86 2. عن أبي هريرة رع قال, قال رسول الله ص : حق مسلم على المسلم ست ؛ إذا لقيته فسلم عليه……. الحديث – راه مسلم Artinya : Dari Abi Hurairoh Ia berkata, Rasulullah saw. telah bersabda : Haq muslim terhadap muslim ada enam : 1. Jika bertemu dengannya hendaklah memerikan salam ………. H.R. Muslim 5. LIL FIROQ : Ialah salam jika hendak berpisah, hal ini berdasrkan hadits di bawah ini عن أبي هريرة رع قال, قال رسول الله ص : إذا انتهى أحدكم إلى المجلس فليسلم فإذا أراد أن يقوم فليسلم فليست الأولى بأحق من الأخرة. أبو داود Artinya : Dari Abi Hurairoh r.a, Ia berkata, Rasulullah telah bersabda : Jika kamu sampai / datang di satu majlis, maka bersalamlah dan jika hendak meninggalkan juga bersalamlah, dan salam yang pertama ( ketika datang ) tidak berarti lebih utama daripada salam yang terakhir ( ketika akan meninggalkan). H.R. Muslim SALAM KETIKA MEMULAI PENGAJIAN ATAU CERAMAH Masih banyak para Muballigh / Da’i yang memulai ceramahnya dengan mengucapkan salam bahkan ada yang sampai tiga kali mengucapkan salam. Kalau melihat dasar hukumnya kira-kira apa yang dijadikan dalil / dasar oleh mereka untuk memulainya dengan salam. 1. Kalau salam itu merupakan salah satu keharusan sebagai Iftitah khutbah, berarti harus ada dalil yang khusus bahwa setiap ceramah harus dimulai dengan salam, atau ada dalil bahwa Nabi setiap memulai khutbahnya diawali dengan salam. Ternyata dalam hal ini tidak terdapat perintah yang khusus atau contoh dari Nabi bahwa beliau memulainya dengan salam, tetapi beliau memulainya dengan Tahmid. قال ابن القيم : كان ص يفتتح خطبه كلها بالحمد لله ولم يحفظ فى حديث واحد أنه كان يفتتح خطبتى العيد بالتكبير. Artinya : Menurut Ibn Qoyyim ; Adalah Nabi saw. memulai khutbah semuanya dengan HAMDALAH, dan tidak diriwayatkan dari Nabi satupun hadits bahwa beliau memulai dua khutbah ‘Ied dengan takbir. Dalam keterangan lain Ibn Qoyyim menyatakan : وأما قول كثير من الفقهاء إنه يفتتح خطبة الإستسقاء بالإستغفار وخطبة العيدين بالتكبير فليس منهم فيها سنة عن النبي ص ألبتة, والسنة تقضى خلافه وهو إفتتاح جميع الخطب بالحمد. Artinya : Adapun pendapat kebanyakan Ahli Fiqh, bahwa khutbah Isitsqo hendaklah dimulai dengan Istigfar dan hendaklah khutbah ‘Ied-aen dimulai dengan takbir, maka hal itu tidak terdapat sunnah dari Nabi sama sekali, justru yang sunnah itu berlainan dengan ketentuan tersebut yaitu memulai semua khutbah dengan hamdalah. 2. Kalau memulai ceramah dengan salam itu berdasarkan hadits إذا لقيته فسلم عليه ( jika kamu bertemu hendaklah salam ), maka tentu prakteknya mengucapkan salam itu harus pada saat mulai datang pada majlis pada saat LIQO ( bertemu ). Adapun jika Muballigh telah berada dimajlis bersama Mustami’bahkan telah menunggu dari sejak pengajian itu dibuka, maka tentu mengucapkan salam diawali ceramah itu tidak sesuai dengan petunjuk hadits: إذا لقيته فسلم عليه KESIMPULAN : 1. Fungsi salam itu ada lima : a. Karena TA’ABBUD, yaitu salam diakhir shalat. b. Sebagai ISTI’DZAn, meminta izin untuk memasuki rumah orang lain. c. Sebagai DO”A, yaitu salam yang dilakukan untuk ahli qubur yang muslim. d. Sebagai TAHIYYAT, yaitu penghormatan terhadap sesama muslim yang dilakukan pada setiap kali bertemu. e. Sebagai salam FIROQ, yaitu salam ketika mau berpisah. 1. Tidak terdapat dalil dari Qur’an dan Hadits yang menganjurkan membaca salam pada awal khutbah atau ceramah. 2. Jika Muballigh baru datang dan langsung menuju mimbar, maka boleh mengucapkan salam sebagai salam LIQO, yaitu pada saat mulai bertemu dengan mustami’. 3. Nabi selalu memulai khutbahnya dengan TAHMID, yaitu pujian dan sanjungan kepada Allah. 4. Tidak ada dalil yang sahih memulai khutbah ‘Ied dengan Takbir dan khutbah Istisqo dengan Istigfar. BEBERAPA BUKTI BAHWA KHUTBAH NABI TIDAK DIMULAI DENGAN SALAM 1. فأنصرف رسول الله وقد تجلت الشمس فخطب الناس وحمد الله بما هو أهله ثم قال ؛ أما بعد. البخاري 164:1 , 188:1 2. ثم قام رسول الله ص فى الناس فحمد الله واثنى عليه. ثم قال ؛ أما بعد : مابال رجال …. البخاري 20:2 3. فلما كان العشي قام فاختطب فأثنى على الله بما هو أهله ثم قال ؛ أما بعد؛ فإنما أهلك الذين من قبلكم. مسلم 48:2 4. فأقر بلال فأذن وأقام ثم صلى ثم خطب فقال : يأيها الناس اتقوا ربكم الذى خلقكم. مسلم 5. أئذن لى أيها الأمير أحدثك قولا قام به النبي ص الغد من يوم الفتح سمعته أذناي ووعاه قلبى وابصرته عيناي خين تكلم به, حمد الله واثنى عليه ثم قال : إن مكة حرمها الله ولم يحرمها الناس. البخاري 6. فلما انصرف رسول الله ص حمد الله واثنى عليه ثم قال : ما من شيئ كنت لم أراه إلا قد رأيته فى مقامى هذا. البخاري 47:1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: